BLOGGER GAME PC

By: Evans Saneba

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda Jangan Lupa "LIKE"nya Yah Dan "Comment"nya...... :)

30 November 2012

League of Legends Versus Dota 2!

The Rolling Stones atau The Beatles? Sup atau Salad? league of Legends atau Dota 2? Tiga hal ini merupakan hal terpenting yang akan memakan waktu seumur hidup untuk memutuskan mana yang terbaik. Karena memang benar-benar sangat susah untuk menentukan, dan juga untuk memilih. Kali ini kita akan membahas semua ini dari video yang terpampang di website untuk membedakan yang mana yang terbaik, apakah sup atau salad. Bukan! Maksud saya League of Legends atau Dota 2.

Kedua game ini memang benar-benar memukau dari sudut mereka masing-masing dan juga dari apa yang telah mereka buat. Namun perlu kalian ketahui kalau pengembang dari game ini melakukan pendekatan dengan cara yang berbeda untuk setiap poin-poin penting yang ada di game. Hal ini disengaja agar setiap pemain nantinya benar-benar tahu game yang seperti apa yang mereka inginkan. Tak akan pernah terlepas dari selera yang sesungguhnya ingin mereka rasakan.




Gameplay!

Dota dua di desain hampir sama persis seperti DotA versi originalnya. Semua hero yang ada, dan juga semua aturan yang berlaku pada DotA semua diterapkan pada Dota 2. Meski tak sama secara keseluruhan, namun kemiripan dapat dipastikan lebih dari 80%. Setiap pemain dapat membunuh creep mereka masing-masing atau yang lebih dikenal dengan deny, termasuk untuk tower bahkan hero yang satu tim dengan mereka sendiri dengan tujuan untuk mengurangi gold yang didapatkan oleh musuh.

Namun untuk men-deny memang perlu keahlian khusus, karena hanya dengan kondisi tertentu itu semua dapat di-deny, misalnya saat health mereka memang benar-benar sedang low. Map yang disediakan pada Dota 2 juga sangat besar dan komplek, dimana banyak sekali rahasia yang tersimpan pada map tersebut, sehingga setiap pemain harus bisa mengeksplor apa saja yang ada didalamnya dengan belajar lebih banyak pada setiap pertandingan.



Keseimbangan dalam hero juga telah disempurnakan. Tidak ada lagi hero yang disebut dengan "imba" atau imbalance yang membuat hero tersebut mendominasi pada setiap laga. Setiap hero telah didesain dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kemungkinan untuk menang atau kalah itu semua tergantung pada pemilihan hero di tim saat permulaan game akan berlangsung. Namun pada saat pemilihan hero, setiap pemain dapat memilih terlebih dahulu hero mana yang akan mereka gunakan, atau bisa dibilang "cepat-cepatan" memilih hero jika tidak ingin mendapatkan hero yang lebih susah atau tidak biasa dipakai sebelumnya.

Jika ingin benar-benar bermain Dota 2, sungguh membutuhkan pendalaman yang sangat dalam untuk game tersebut. Misalnya untuk belajar mengumpulkan uang dengan last hit termasuk juga deny. Jadi untuk pemula yang benar-benar belum mengenal permainan ini akan kesusahan untuk bermain pada line. Untuk ability pada setiap hero, setiap pemain juga harus mengenalinya sungguh-sungguh, terlebih bagaimana cara menggunakan skill masing-masing hero dan berapa damage yang diterima atau dikeluarkan dari setiap skill yang ada pada permainan. Selain itu yang perlu diketahui oleh pemain adalah Item yang ada pada hero tak memberikan perubahan dengan skala besar pada Skill. Memang ada sebagian skill yang berubah jika ditambahkan item tertentu, namun tak semua hero dapat merasakan hal tersebut. Selain itu perubahan-perubahan tersebut juga telah diseimbangkan. Bukan berarti jika ada hero yang menggunakan item tertentu akan menjadi tak terkalahkan.

Dengan kata lain, jika kalian bermain versi original dari Warcraft III, maka kalian akan lebih memilih berdiam diri dirumah untuk duduk cantik di depan komputer untuk memainkan Dota 2. Valve mengatakan pada pendekatan yang mereka lakukan bahwa, jika emang ada kerusakan dengan itu, jangan pernah memperbaikinya sendiri.


Riot Game yang merupakan pembuat game League of Legends berkata lain tentang game ini. Dia mengatakan permainan yang ada pada Dota 2 terlalu sulit, sama seperti yang ada pada versi original DotA itu sendiri. Riot Game menyatakan kalau seharusnya Dota 2 menghilangkan beberapa hal sulit yang ada pada DotA, seperti halnya deny, atau mungkin membuat map menjadi lebih simple. Atau juga menghilangkan bagian kehilangan banyak sekali gold pada hero ketika mereka terbunuh.



Karena dengan hal ini akan membuat orang yang baru bermain memiliki pengalaman yang baru dan tentunya bersahabat.Sebuah permainan dengan tipe counter-play juga masih diberikan pada Dota 2 yang menunjukkan kalau kemenangan-lah tujuan utama dari permainan ini. Setiap pemain benar-benar diperlukan keseimbangan dan kerja-sama yang baik. Komposisi pemilihan hero pada tim juga harus tepat. Elemen-elemen sulit yang ada pada DotA ini seharusnya mereka tutup atau mereka hapuskan, karena hanya akan mempersusah semua pemain baru yang ingin bergabung. Dengan kata lain, Riot menyesalkan dengan pembentukan Dota 2 yang teryata masih sama sulitnya dengan versi original dari DotA.

League of Legends tentu berbeda dengan Dota 2. Mereka memperkenalkan hal baru pada game mereka seperti adanya mode baru dan juga map yang telah di desain lebih kecil yaitu 3 vs 3 map. Ini berbeda dengan Dota 2 dimana mereka masih menggunakan map yang besar yaitu 5 vs 5 map sama seperti yang ada pada DotA. Tujuan diadakannya perombakan total pada League of Legends ini agar dapat memberikan variasi baru bagaimana cara untuk menang, strategi untuk berperang, sehingga tidak menciptakan permainan yang begitu-begitu saja. Riot mengharapkan ada Champion-Champion baru yang memenangi match dengan cara yang berbeda-beda.

Nilai Lebih!

Melihat dari kesuksesan yang ada pada game team Fortress 2, Valve menggunakan strategi yang sama untuk Dota 2, yaitu memberikan kepada setiap pengguna kalau Dota 2 adalah game free-to-play. Setiap pemain tidak akan mengeluarkan banyak biaya untuk bisa memainkan game ini. Mereka tidak perlu membayar hero ataupun item yang ada pada game. Setiap pemain dapat mengunduh dan menjalankan game secara sistematik dengan harga yang sangat rendah. Meski tidak keseluruhan gratis.



Hampir sama seperti TF2, dengan bermain Dota 2 maka kalian dapat mengumpulkan berbagai macam koleksi loot yang telah didesain untuk mengubah penampilan yang ada pada hero kalian. Terkadang kalian juga akan menerima sebuah chest, dimana kalian harus membelinya terlebih dahulu jika ingin menggunakannya. Jika kalian ingin membuat Dota 2 kalian secara lebih personal lagi, kalian bisa mendapatkannya dengan membelinya. Maka kalian akan mendapatkan suara pengisi khusus (termasuk suara Dr. Kleiner pada Half-Life 2) dan juga pakaian-pakaian yang diberikan dalam satu bundling.



Sebagai perbandingan, hal ini sangat disesalkan untuk para pemain game League of Legends. Karena lebih dari 90% item yang ada pada game League ini terkunci. Pada kenyataannya, berbagai macam stuff penting, seperti juara-juara baru, dapat dipilih dengan mengumpulkan uang yang ada pada permainan, itu juga dengan rate yang sangat lamban sekali. Bukan hanya itu, pemain juga tidak dapat mencoba hero baru yang ada pada game seperti yang dapat dilakukan pada Dota 2. Hal ini tentu membuat orang menjadi sedikit terlambat untuk belajar. Tentunya untuk merubah rotasi setiap juara yang ada pada kejuaraan mingguan akan lebih sulit didapatkan untuk mereka yang masih baru dalam memainkan game ini.

Pada toko, hanya kosmetik murni saja yang benar-benar bisa dibeli dengan uang sungguhan, sisanya harus mengumpulkan uang yang ada pada game. Ini berbanding dengan Dota 2, pada League of Legends, items dapat mendukung permainan untuk memenangkan kejuaraan.


Masa Depan!

valve berencana akan memberikan perkembangan-perkembangan pada hero DotA, dan ada kemungkinan untuk meminta saran dari komunitas-komunitas pecinta game ini untuk bersama-sama mengembangkan hero. Dota 2 tentu juga akan ikut berkembang seiring dengan perkembangan yang ada pada DotA. Valve tentu juga akan memberikan pengalaman-pengalaman baru kepada setiap pemain agar terus dapat mengembangkan diri mereka pada eSports dan juga komunitas.



Riot akan terus mengembangkan cerita yang ada dan akan membuat sejarah untuk game ini. Meski game ini pernah mencatatkan sejarah buruk pada kejuaraannya dengan membatalkan Champion, namun mereka justru belajar banyak dari sini dan akan terus mengembangkan game ini. Riot juga akan terus memberikan pengalaman-pengalaman baru yang akan didapatkan pada setiap pemain game ini.



Bagaimana? Untuk soal rasa, hanya kalian-lah yang dapat menentukan. Dimana kesenangan itu berada, disitulah sebuah permainan akan dinikmati! Jadi? Kalian pilih yang mana? <bms>

Ditulis Oleh : evans saneba ~ All About Dota,Warcraft 3

Evans Saneba Sobat sedang membaca artikel tentang League of Legends Versus Dota 2!. Oleh Admin, Sobat diperbolehkan mengcopy paste atau menyebar-luaskan artikel ini, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini yah..

:: Orginal by: Evans Saneba ::

Tidak ada komentar: